BERITA

Skrining dan Penyuluhan TBC Pondok Pesantren Nurul Muttaqin Tlogowaru

Kegiatan Skrining dan Penyuluhan TBC diikuti oleh seluruh santriwati di Pondok Pesantren Nurul Muttaqin Tlogowaru pada hari Sabtu, 10 September 2022.

Santriwati yang memiliki keluhan batuk dilakukan skrining untuk mendeteksi gejala TBC.

Selain itu, juga dilakukan penyuluhan kesehatan agar para santri memahami dan dapat melakukan pencegahan penularan penyakit TBC.

Tahukah anda apa itu Tuberkulosis?

Tuberkulosis atau dikenal dengan TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh  bakteri Mycobacterium Tuberculosis.  TBC lebih banyak menyerang paru-paru karena TBC ditularkan lewat udara dari pasien TBC ke orang yang berada di sekitarnya. Bakteri TBC juga dapat bertahan di udara selama beberapa jam.

Orang-orang yang berisiko terkena TBC adalah

  • Perokok aktif maupun pasif
  • Orang yang kurang gizi
  • Orang yang tinggal di lingkungan kumuh dan padat disertai sanitasi dan sirkulasi udara yang buruk, seperti pasar, pabrik, pesantren, asrama dan lain-lain
  • Orang dengan penurunan sistem imun seperti HIV/AIDS

Gejala Utama TBC  adalah batuk berdahak selama 2-3 minggu atau lebih. Sedangkan gejala tambahannya dapat berupa batuk bercampur darah, sesak nafas dan nyeri dada, nafsu makan menurun, berat badan menurun, demam meriang lebih dari satu bulan, dan berkeringat di malam hari tanpa melakukan aktivitas fisik.

Untuk memastika seseorang terkena TBC adalah dengan pemeriksaan dahak di fasilitas pelayanan kesehatan sebanyak 3 kali dalam 2 hari.

Penderita TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang teratur selama 6-9 bulan. Pengobatan TBC harus teratur agar menghilangkan kesempatan kuman untuk berkembang biak, menurunkan risiko menularkan kepada orang lain, dan agar tidak terjadi resistensi obat.

Yuk simak 5 langkah pencegahan TBC di bawah ini

  1. Obati pasien TB hingga sembuh
  2.  Tutup mulut dan hidung ketika bersin atau terapkan etika batuk
  3. Buang dahak di tempat yang benar
  4. Jaga ventilasi udara di dalam rumah
  5. Imunisasi BCG pada bayi